07.21.08
persib vs persija di ISL
tadi malam di TV melihat pertandingan ISL (Indonesia Super League) antara Persib vs Persija di stadion Siliwangi Bandung, jika melihat animo penonton Bandung bobotoh Bandung atau disebut sebagai The Viking sangat tinggi sekali (penuh ditiap sudut stadion) malah panitia pelaksana menyediakan tiket untuk 21000 dan itu “SOLD OUT”, malah banyak bobotoh nonton di pohon dan di tiang papan.
awal pertandingan di 10 menit, pertandingan sangat menarik karena kedua tim memainkan suatu pertandingan terbuka, saling serang untuk membuat gol dan Persib lebih dulu mencetak gol pada menit 1 26 detik melalui kaki Zaenal Arif atas umpan dari Eka Ramdani, jika dilihat dari kerjasama sepertinya Persib akan menang, tetapi Persija berhasil menyamakan melalui sundulan kepala Abanda.
hingga turun minum belum terjadi gol, di awal babak kedua petaka untuk kubu Persib terutama setelah Persija menambah 2 gol, di sini Persib bermain sangat tidak cantik, banyak melakukan pelanggaran, tidak disiplin menjaga daerah pertahanan, terlalu fokus menyerang, menyebabkan tiap pemain Persib emosi tinggi karena bernafsu untuk mengejar ketinggalan tapi Persib tidak menyadari jika permainan mereka memicu tindakan anarkis penonton.
melihat pertandingan ini, awalnya sangat menyenangkan dikarenakan kedua tim menunjukkan kelas sebagai klub papan atas Indonesia hal ini karena penampilan kedua tim dalam mengolah bola, mengoper bola, teknik bermain bola dan fisik pemain yang tidak kenal lelah dalam bermain bola, malah terlintas jika semua tim di ISL bermain seperti ini maka Indonesia bisa menatap tingkat asia malah tingkat dunia dan penontonnya fair play karena tertib tetapi kenyataan diakhir babak berbeda.
jika melihat pertandingan itu, ada beberapa yang harus segera diperbaiki :
1. mental pemain dan penonton
fisik, teknik dan mental merupakan faktor yang penting dalam bermain bola, jika faktor fisik dan teknik sudah sama maka tinggal faktor mental yang bisa menentukan siapa yang menang atau kalah, dalam hal ini Persib kalah dalam mental bertanding, mungkin dikarenakan beban yang harus ditanggung di mana Persiba harus menang, apalagi The Viking baru merayakan hari jadinya terus beban sebagai tuan rumah yang harus menang. hanya perlu diingatkan saja bahwa permainan pasti ada yang menang atau kalah cuman yang harus dilakukan mengeluarkan kemampuan yang terbaik dari semua pemain dan hal ini yang harus dilihat oleh penonton juga, ini yang perlu ditingkatkan oleh semuanya, jadi jika timnya kalah bukan harus anarkis tapi dukung tim tsb supaya bisa lebih baik kedepannya, jika tim menang maka penonton bisa memberikan pujian buat tim tapi dengan memberikan warning supaya tidak terlena terhadap kemenangan. jika hal ini dilakukan niscaya, semua orang akan menikmati nonton pertandingan bola di stadion karena sekarang mengerikan nonton bola di stadion karena penonton suka rusuh. dan yang pasti sepakbola Indonesia bisa maju.
2. fair play
junjunglah fair play demi kemajuan sepakbola Indonesia, caranya jika kalah maka akuilah kekalahan tsb dengan catatan terus memperbaiki supaya kedepannya makin baik, jika menang maka tidak sombong. perlu diingat juga bermain dengan sportifitas yang tinggi.
— pendukung PERSIB—


