Menunggu Kepastian

Posted on Updated on

Pernah merasa menunggu … menunggu itu sesuatu pekerjaan yang membosankan karena tidak yang kita lakukan kecuali diam dan menunggu… tetapi apa yang kita lakukan jika kita menunggu sesuatu yang pasti, sesuatu yang tidak orang, benda, benteng, tentara dan lain-2 yang bisa menahannya yup sesuatu yang pasti itu adalah kematian… menunggu kepastian untuk hal ini dari seorang kakak yang menderita penyakit kanker payudara.

Baru dengar hari ini bahwa kakak gw sedang menjalani pengobatan kanker payudara, tahap pengobatan yang sedang dijalani adalah kemoterapi yang ketiga tetapi kemoterapi yang dijalankan saat ini belum tentu menyembuhkan kanker tsb karena kanker bersifat aktif dan berbahaya, ada lagi suatu pengobatan yang harus dijalani selama 9 bulan setelah kemoterapi yang ke-6 dan hal ini memerlukan biaya yang sangat besar dan hal ini membuat kita semua sedih, awalnya kemoterapi ini merupakan suatu harapan buat kita semua bahwa kakak gw akan sembuh dari kanker tsb.

Sekarang kita hanya pasrah dan berharap yang terbaik buat kakak gw ini, memang semuanya akan kembali kepada yang punya jiwa, yang memegang nafas, yang bisa menyembuhkan segala penyakit, yang selalu memberi pengharapan jika hambanya mau berusaha dan berdoa, yaitu ALLAH SWT. Pengobataan kedokteran dan herbal tetap dijalankan juga merubah pola makan menuju hidup yang sehat.

Awal kenapa kakak gw ini kena kanker payudara, diawali ketika kakak gw ini melahirkan dan punya anak laki-2, setelah melahirkan kakak gw ini tidak menyusui secara aktif tetapi air susu tsb yang seharusnya dikeluarkan malah tidak keluar dan sudah diwanti-2 supaya dikeluarkan karena bisa menimbulkan suatu penyakit, dan kita sendiri memang tidak menyangka tentang penyakit kanker hal ini, kita baru menyadari setelah kakak gw merasakan ada benjolan di payudara setelah di cek ternyata itu kanker payudara. Kita semua nya (nyokap, adik, sepupu, adik nyokap dan keluarga besar) terkejut karena tidak menyangka akan kanker, yang ada setelah menerima vonis tsb kita menangis terutama kakak gw menyesali kenapa tidak melakukan pengeluaran asi nya, cuman nasi sudah menjadi bubur, yang ada pasrah, berdoa dan berusaha, akhirnya dilakukan operasi pengangkatan payudara sebelah kanan utk mencegah kanker tsb dan setelah operasi tidak diteruskan oleh kemoterapi, hal ini yang disesali oleh kita semua, kenapa tidak kemoterapi tsb.

Yang ada di tahun 2007 leher kakak gw bengkak dan seluruh tubuhnya menjadi sakit, setelah di cek ke Rumah Sakit Dharmais ternyata di vonis kembali terkena kanker payudara dan mengalami stadium 3, kembali kita terkejut, sedih dan ga percaya lagi kenapa terjadi untuk kedua kalinya tetapi satu hal yang pasti kita pasrah akan kekuasaan ALLAH SWT yang telah menentukan segala sesuatu dengan sempurna, cuman banyak hikmah yang kita petik salah satunya kita semakin dekat dan rukun sebagai suatu keluarga cuman ada kesedihan yang sangat yaitu menderitanya kakak gw dan hanya kakak gw yang merasakan tanpa kita bisa berbuat sesuatu kecuali berdoa dan menyadarkan kakak gw untuk sabar dan pasrahkan kepada ALLAH SWT.

Pernah di suatu waktu, ketika rasa sakit nya datang dari leher terasa sakit menyerang seluruh tubuh dan membuat kakak gw menangis dan minta maaf ama nyokap atas semua kesalahan yang pernah diperbuatnya, nyokap nangis dan berusaha untuk memberitahu kakak gw ini untuk sabar, pasrah dan berdoa, juga memberitahu bahwa semuanya sudah dimaafkan, akibat sakit itu kakak gw merasa bahwa saat itu memang sudah saatnya bahwa kepastian kematian akan menghampiri dia, cuman ALLAH SWT sangat sayang kepada hambanya, dari rasa sakit itu membuat kakak gw mau berjuang untuk sembuh dari kanker dengan menjalankan kemoterapi dan menerima segala resiko yang ada dan cuman berharap kepada ALLAH SWT untuk sembuh dari penyakit kanker dan bisa melihat anaknya untuk tumbuh dan berkembang menjadi dewasa.

Gw sedih sekali karena gw ga bisa melakukan banyak hal, hanya bisa berdoa dan memberik dukungan ama kakak gw dengan mengantarkan berobat ke Dharmais dan berharap ama ALLAH SWT supaya kakak gw ini sembuh dari kanker, gw sedih juga merasa bahwa menunggu kepastian akan datang dengan cepat setelah kemoterapi ke-6 selesai dilakukan, kita sekeluarga dan keluarga besar Sukardi hanya bisa berdoa memberi kesembuhan buat kakak gw ini, cuman dari omongan nyokap hari ini (30 des 2007) membuat gw sedih sekali, malah saat sedang blog ini (30 des 2007 22:30) sedih sekali berharap kakak gw ini sembuh dari kanker.

Kakak gw ini orang yang berjasa banget buat gw ini, dia membantu gw dengan senang hati, walaupun dia sedang susah selalu memperhatikan adik-adiknya ini (kita 3 bersaudara, kakak gw cewe terus gw dan adik gw cewe juga) malah di saat sakit kanker tetap aja memperhatikan kita ini, gw sedih karena ketakutan akan kehilangan kakak gw ini (ya ALLAH sembuhkan kakak ku, beri dia kesehatan) dan gw merasa belum memberikan bantuan yang berarti buat kakak gw ini karena ketidakmampuan gw, ini yang buat gw sedih, sedih banget. Gw merasa tidak berguna karena belum membantu secara penuh malah masih suka meyusahkan.

Hari ini juga (30 des 2007), kita melakukan foto keluarga bersama dengan dress code yaitu putih. Gw merasa seakan-2 ini merupakan saat di mana kakak gw sengaja untuk memberikan kesan yang baik dengan foto keluarga ini, sedihnya hati ini, cuman gw berharap dan berdoa supaya kakak gw sembuh walaupun tidak sembuh ya ALLAH setidaknya beri kakak ku kebahagian di dunia ini dan kumpulkan kita semuanya dalam surga-Mu, amiin ya ALLAH.

Dari adik mu yang bersedih… mohon bantuan jika ada informasi tentang bagaimana kesembuhan kanker dari pengobatan alternatif dan herbal dan juga mohon didoakan untuk kesembuhannya.

2 thoughts on “Menunggu Kepastian

    MArio Luden said:
    May 3, 2008 at 3:25 pm

    Sy turut prihatin. Sy tak punya usul atau pun sesuatu tentang bagaimana caranya menyembuhkan kanker kakakmu. Sy hanya mau berdoa kepada Tuhan saya dan orang-orang kudus saya yang saya percaya bisa membantu dengan cara mereka. sebut saja mereka itu(Yesusku, Arnold Jasnssen, dan Josef Freinademetz). Saya percaya kalo saya berdoa kepada mereka, mereka pasti menolong saya. maaf ini saja yang akan saya buat untuk merasa turut prihatin denganmu.
    salam dariku
    Mario luden, svd

    robby responded:
    May 5, 2008 at 8:48 am

    terima kasih Pak Mario.
    saat ini kondisi kakak saya sudah sangat membaik sejak sebelum di kemoterapi, saat ini sedang menjalan proses penyinaran.

    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s