Angkot (Angkutan Kota)

Posted on Updated on

Di tiap kota baik itu kota besar atau kecil atau di pedesaan sekali pun, pasti ada yang namanya angkutan kota atau angkutan umum, kalo di pedesaan namanya beda lagi yaitu angkutan pedesaan. Angkutan kota atau umum atau pedesaan ada yang berupa mobil kecil kayak carry, kijang, colt atau mungkin metro mini.
Angkot pasti sudah memberi kesan terhadap semua orang baik itu kesan positif ataupun negatif. Cuman yang pastinya angkot memberi kesan hampir semua orang terutama pengguna kendaraan baik itu mobil atau motor kesan yang negatif. Baik itu kesan yang memacetkan jalan, ugal-ugalan, berhenti seenaknya malah pengalaman teman sendiri kalo angkot suka kabur jika menabrak atau menyenggol motor atau orang. Jadi kesannya beragam dan banyak.
Kenapa ada angkot karena memang kebutuhan dari masyarakat terhadap transportasi umum, di mana transportasi tsb bisa mengantar masyarakat ke mana aja asal masyarakat atau pengguna angkot tsb itu mempunyai uang. Ada suatu istilah atau tepatnya di bilang ungkapan dan suka di tempel di dekat pintu angkot yaitu Anda butuh waktu, kami (angkot) butuh uang. Suatu ungkapan bagus di mana kesannya angkot bisa tersedia di mana dan siap mengantar ke mana aja.
Terlepas dari semua kesan baik itu positif yang sedikit atau kesan negatif yang banyak ada beberapa hal yang menurut saya baik itu diambil suatu pelajaran terhadap sopir angkot ini yang bisa diterapkan di pekerjaan atau marketing atau juga di bidang lainnya.
1. Mencari kesempatan walaupun celah itu sedikit
Pernah lihat kalo ngetem di jalan atau di terminal, suatu pemandangan yang menyebalkan karena suka asal artinya sopir angkot tidak peduli terhadap lingkungan sekitar apalagi mobil di belakangnya, walaupun ada mobil angkot sudah ngetem tetapi mobil angkot yang baru datang bisa mendapatkan celah untuk ngetem dan mendapatkan penumpang.
Pelajaran ini yang bisa digunakan di tempat lain, tak peduli dengan kondisi yang bagaimana pun kita harus juga bisa mencari kesempatan walaupun itu hanya berupa celah yang sedikit, karena sudah meraih kesempatan yang kecil maka akan terbuka kesempatan yang besar, dan juga kesempatan tidak datang sendiri kita harus berusaha menciptakan kesempatan atau celah tsb yang bisa bermanfaat buat kita.
2. Waspada terhadap semua hal kondisi
Sopir angkot itu sangat waspada setiap waktu apalagi waspada supaya terbebas dari jeratan polisi (tilang) dan mendapatkan penumpang yang banyak. Sopir angkot jika sudah di jalan maka naluri akan berusaha untuk mengejar setoran yang banyak supaya bisa disetorkan ke pemilik mobil atau bisa mendapatkan uang dengan cepat supaya ada waktu untuk segera pulang ke rumah. Karena kondisi tsb maka sopir angkot akan berusaha untuk mendapatkan hal itu, caranya dengan banyak hal, seperti ngetem di deket belokan, lampu merah, di depan gang dan lain-2. Tetapi mereka waspada terhadap polisi jika melihat polisi maka mereka akan  berjalan perlahan.
Pelajaran apa yang bisa dipetik dari hal itu adalah kewaspadaan sangat perlu sekali, apalagi jika kita berada di tempat yang baru, tetapi untuk kondisi lama kadang kita terlena yang menyebabkan kita tidak waspada atau merespon dengan baik terhadap sesuatu kondisi. Jika di kondisi yang baru maka kita akan waspada tetapi jika kondisi yang sudah kuasai terkadang kita lengah, jika kita di dunia marketing atau sales kadang jika sudah menjadi pemimpin pasar suatu produk maka kita lengah seakan-akan sudah mengendalikan semuanya seperti kejadian indofood yang dengan produk indomie tiba-tiba disaingi oleh mie sedap.
3. Selalu mendahulukan penumpang atau customer
Kenapa saya bilang seperti ini, jika kita melihat sopir angkot di jalan jangan heran jika mereka bisa berhenti mendadak atau belok ke kiri tanpa memberi sen, jika sudah melihat calon penumpang, malah akan berdiam di pinggir jalan atau di depan gang walaupun calon penumpang tsb masih jauh dari gang atau pinggir jalan tetapi mereka akan menunggu karena sopir angkot berpikir calon penumpang yang tsb yang akan memberi masukan uang ke mereka, tapi kadang calon penumpang tidak naik ke angkot mereka karena beda jurusan.
Hal apa yang menjadi pelajaran buat kita adalah perlakukan setiap calon customer dengan baik, walaupun mereka belum menjadi customer kita tetapi perlakuan yang baik bisa membuat calon customer menjadi customer yang loyal buat kita. Banyak hal supaya calon customer menjadi customer kita misal dengan perlakuan yang baik ketika mereka bertanya terhadap sesuatu baik itu pertanyaan bukan tentang produk kita, tersenyum buat calon customer kita, mengucapakn terima kasih jika akan berpisah walaupun mereka (calon customer) tidak membeli produk kita, dan semangat untuk menjadi melayani yang terbaik untuk semua customer baik itu calon maupun customer yang lama. Kadang customer atau calon customer akan kecewa terhadap kita karena perlakukan yang baik tetapi terselubung, maksudnya jika ada calon customer membeli produk kita maka kita akan baik tetapi jika hanya bertanya terus tidak menjadi membeli maka kita biasanya suka berubah kondisi kita menjadi tidak baik.
4. Solidaritas
Kita tahu malah sangat tahu kalo sopir angkot pasti akan mengejar setoran, karena setoran ini maka sopir angkot akan berusaha dengan banyak cara supaya mendapatkan uang tetapi mereka tidak melupakan yang namanya solidaritas, misal solidaritas mereka terlihat jika mereka mengantri untuk mendapatkan penumpang, jika sudah ada mobil angkot di depan mobil mereka maka mereka akan menunggu hinga mobil di depan penuh,  tanpa ada niat untuk menyalip supaya bisa mendapatkan penumpang, malah ada suatu istilah yang mayan terpampang di pintu angkot yaitu sesama angkot tidak boleh saling mendahulu, selain itu jika ada sopir angkot sudah selesai menjalankan tugas sebagai sopir angkot dan ketika akan pulang maka sopir angkot suka memberi tumpangan gratis terhadap sopir tsb, walaupun mereka bersaing untuk mendapatkan penumpang guna mengerjar setoran tetapi tidak menghilangkan rasa solidaritas.
Pelajaran apa yang bisa kita ambil yaitu mengenai solidaritas, walaupun kita punya banyak pesaing tetapi jangan lupa bahwa kita memang butuh bantuan pesaing juga jadi kita jangan menghilangkan hal ini.
5. Kerjasama
Pernah suatu ketika saya bawa kendaraan mobil ke Jakarta tepatnya, di jalan yang sempit hanya bisa muat 2 kendaraan secara berlawanan tetapi pas nge-cek di kaca spion ternyata ada kijang angkot yang nyusul dari kanan padahal menurut saya tidak mungkin karena didepannya ada angkot juga dan ada mobil yang sedang melaju tetapi di luar dugaan angkot didepannya memberi jalan untuk angkot yang nyusul itu masuk, sedikit dongkol cuman ada pelajaran yang dipetik.
Pelajaran apa yang didapat adalah kerjasama itu penting untuk semuanya dan di mana saja, kita bisa bekerja sama dengan teman, rekan kantor atau malah dengan pesaing kita. Dan diusahakan kerjasama menghasilkan suatu kemenangan yang bersama atau win win solution.

Hal ini yang saya petik ketika melihat angkot di kota saya Bogor, walaupun atau dibilang sering kali menyebalkan cuman dibanding kita mengomel, memaki dan apa pun di mana kita menumpahkan kekesalan kita terhadap angkot akan lebih baik jika kita tidak meniru perilaku angkot yang tidak baik dan kita sebagai penumpang atau pengendara kendaraan motor atau mobil patuh terhadap aturan lalu lintas yang berlaku supaya kita bisa menjadi contoh untuk sopir angkot dan pengendara yang lainnya.

Inspired by nature. 

3 thoughts on “Angkot (Angkutan Kota)

    Kendi™ said:
    January 22, 2008 at 5:10 pm

    pemikiran dan pengamatan yang bagus

    good article bro……

    robby responded:
    January 23, 2008 at 3:41 pm

    hanya mencoba berpikir supaya tidak buang-2 tenaga di jalan terhadap angkot dan kemacetan.

    thanks

    Menik said:
    February 15, 2008 at 8:54 pm

    Jadi inget sama rapat di diknas kemaren. Sekolah harus “Green”, jangan cet-nya yang ijo ! Lha, Bogor ijo ama angkot🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s