susahnya jadi sarjana

Posted on Updated on

menjadi sarjana itu hal yang berat tetapi menyenangkan, karena disamping penuh dengan perjuangan tetapi banyak hal baik yang terjadi selama proses menuju sarjana. 

perjuangan menuju titel S1 atau sarjana berat banget, mulai dari biaya, skripsi sampai dengan mau wisuda.

awal kuliah sih beratnya hanya di biaya kuliah cuman hal itu bisa di cicil deh, sudah biasa untuk orang yang bekerja sambil kuliah. semakin lama kuliah semakin banyak konflik yang terjadi sampai akhirnya mau akhir dari masa kuliah yaitu pembuatan skripsi.

sempet 1 tahun cuti karena ga ada biaya cuman gw kelupaan lapor ke admin kampus dan ga baca prosedur administrasi jadi hal ini gw yang salah.

setelah itu mau mengajukan skripsi terhambat dengan ada satu kuliah bernilai E, dan gw ga mau terima hal ini karena gw merasa ga mungkin dapat nilai E, walaupun banyak bolong absen (dikarenakan kerja kena shift soalnya mata kuliah pagi sedangkan gw kena shift pagi dan malam) tetapi gw udah komunikasi dengan dosennya, malah gw sudah mengikuti semua mata kuliah yg ada dari tugas sampai dengan ujian, cuman dari pihak kampus bilang kalo nilai gw hanya ujian doang padahal gw sudah melakukan pengumpulan tugas cuman sayangya ada test gw ga ikut tapi gw udah bilang ke dosen untuk test susulan cuman sayangnya tidak diberikan. udah bilang ke dosen kenapa saya dapat nilai E, eh dosen malah bilang kalo dosen itu ga pernah memberi nilai E kepada mahasiswa, bingung deh cuman akhirnya pasrah da mengikuti prosedur kampus, di mana gw harus mengganti mata kuliah tsb. dengan berat hati gw membayar uang utk kuliah dan ujian utk satu mata kuliah tsb.

beres melakukan mata kuliah tsb maka mengajukan untuk skripsi di mana gw harus bayar, cuman lagi-2 kenapa pihak kampus tidak memberi tahu tentang prosedur skripsi di mana ada administrasi skripsi itu selama 6 bulan tapi di hitung sejak mahasiswa mengajukan skripsi, padahal pengajuan skripsi cukup memakan waktu di mana harus ada proses magang di suatu perusahaan dan gw tenang aja karena menurut perhitungan gw harusnya berakhir di bulan tertentu. kemudian gw bayar lagi deh untuk memperpanjang skripsi, setelah ngebut buat skripsi akhrinya bisa sidang deh dan tetap gw harus bayar sidang dan anehnya gw di suruh bayar uang jaminan sidang, uang itu berfungsi supaya mahasiswa cepat bisa melakukan revisi setelah sidang, padahal akan lebih baik jika ijazah S1 mahasiswa tsb di tahan, gw keberatannya karena dana sudah berat sekali utk gw, dan akhirnya gw pinjam uang ke kakak gw utk bayar sidang dan jaminan (uang jaminan bisa kembali setelah revisi skripsi di setujui).

kemudian gw sidang dan dinyatakan lulus dengan nilai yg baik (cuman ga tau dpt nilai berapa), setelah keluar dari ruang sidang ketemu ama pihak administrasi gw di suruh bayar uang wisuda (1 juta) yang menurut gw makin berat deh karena gaji gw kaga cukup karena gw mesti bayar uang sidang dan jaminan, akhirnya nyokap gw bisa memberikan pinjaman lagi.

setelah mau bayar wisuda, gw konfirm ke kampus eh disuruh bayar uang buku sebesar 200 ribu, makin pusing lagi karena utang gw makin banyak. cuman gw belum nego ama pihak kampus tentang hal ini (akhirnya bisa di nego untuk uang buku).

yah dari semua itu ternyata banyak hal menyenangkan juga sih, mulai dari banyak temen sampai dengan kemudahan dalam pembayaran, mdh-2 an ga ada mahasiswa kyk gw lagi yah hehehe🙂.

berat sekali perjuangan menuju sarjana tapi ini tantangan kehidupan yang mesti gw hadapi supaya gw makin kuat dan bijak. karena menuju kehidupan yang lebih baik dari sekarang, supaya gw bisa bantu keluarga gw.

2 thoughts on “susahnya jadi sarjana

    ucha said:
    March 2, 2008 at 12:16 pm

    Rob…. kamu sahabatku yg paling bijaksana…. dari kamu, aku bisa beajar banyak hal…. karena pengalaman hiudo kamu lebih keras dibanding aku….

    tidak ada kata yg lain…
    hanya mau bilang….

    Tetaplah tersenyum, karena Tuhan punya rencana indah di balik semuaya.

    –Robby–
    makasih yah …
    hidup ini butuh perjuangan dan setiap perjuangan akan ada hasilnya

    beratnya jadi sarjana iyah sih cuman ada yang baik juga🙂

    sangmaha said:
    March 8, 2008 at 6:55 pm

    Cerita anda tidak jauh berbeda dengan yang saya alami, toh akhirnya menjadi sarjana bisa terwujud. mulai dari uang kuliah sampai uang sidang, skripsi, dan uang wisuda, banyak pengorbanan yang dilakukan, mulai dari hutang pada saudara sampai pinjaman kantor. tapi semua ada maknanya, akhirnya saya dapat menyelesaikan perkuliahan saya…

    —robby—
    makasih udah berkunjung ke blog saya yah.
    memang berat perjuangan menuju sarjana tapi toh akhirnya lulus juga dgn nilai yang tidak mengecewakan masih di kepala 3🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s