BLT (bantuan langsung tunai)

Posted on

sejak kenaikkan BBM pada tanggal 24 Mei 2008 (dan tetap tidak setuju dengan BBM naik) Pemerintah mengeluarkan suatu solusi untuk rakyat yaitu program yang namanya BLT (bantuan langsung tunai) yang dimaksudkan supaya bisa dinikmati oleh rakyat dari hasil kompensasi kenaikkan BBM yang terjadi.
BLT ini merupakan suatu program yang banyak ruginya dibanding manfaatnya dikarenakan rakyat menderita apalah artinya uang 300 ribu per 3 bulan jika dibandingkan komponen harga lain naik akibat kenaikkan BBM.
pada koran Kompas tanggal 25 Mei 2008, diperlihatkan suatu fakta menarik tentang BLT di mana bantuan BLT mengakibatkan rakyat makin menderita, malah ada di mana terjadi anarki dikarenakan ada orang-orang yang berhak mendapatkan BLT tidak dapat, malah ada foto di mana ada seorang nenek digendong dikarenakan tidak bisa jalan untuk menerima BLT.
malah ada kepala desa yang menolak program BLT ini dikarenakan suatu tahu akibat buruknya dibandingkan kebaikkan yang diterima oleh rakyat, ada suatu kejadian di mana orang-orang bertindak marah dan menghancurkan bangunan dikarenakan ketidakadilan terhadap program BLT.
Pemerintah dengan bangganya bahwa BLT akan menolong rakyat kecil tetapi hal ini sementara malah bersifat instant (seperti membuat mie), kesannya Pemerintah hanya ingin mengatasi secara instant saja tanpa memperhatikan dampak atas hal ini, padahal tahun 2005 sudah ada contoh tentang BLT dan tidak tahu Pemerintah tidak mengambil suatu pelajaran dari kejadian tahun 2005.
ketidakadilan atas BLT ini dikarenakan data penerima BLT tidak tepat malah data tsb belum diupdate, hal ini yang memacu tindakan yang anarki dari rakyat. andaikan BBM tidak naik mungkin hal ini terjadi.
bangun Pemerintah, berpihak pada rakyat kecil, lihat rakyat jangan dari data statistik, lihat secara nyata di mana banyak sekali rakyat Indonesia yang menderita, jangan hanya datang ke suatu daerah tetapi sudah disterilkan karena kedatangan pejabat Pemerintah, seharusnya jika ada pejabat Pemerintah atau Presiden atau wakil Presiden atau Menteri, harusnya daerah yang dikunjungi jangan disterilkan supaya mereka pejabat Pemerintah bisa melihat secara langsung tentang bagaimana rakyat menderita. mungkin Presiden atau wakil Presiden atau Menteri sebagai pembantu Presiden naik kereta ekonomi lihatlah banyak sekali orang-orang yang tidak mampu, atau turun di suatu stasiun kereta maka banyak sekali pengemis yang mengharapkan bantuan dari Pemerintah ingatlah tentang pasal 34 UUD 1945 di mana fakir miskin dipelihara oleh negara.
jangan jadikan kami rakyat kecil sebagai sapi perahan atas solusi yang selalu tidak memihak kepada rakyat kecil.

8 thoughts on “BLT (bantuan langsung tunai)

    infoGue said:
    May 28, 2008 at 9:23 am

    Artikel di blog ini sangat bagus dan berguna bagi para pembaca. Agar lebih populer, Anda bisa mempromosikan artikel Anda di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com
    http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com/blt_bantuan_langsung_tunai_

    Abeeayang™ said:
    May 28, 2008 at 10:33 am

    kebijakan BLT juga *menurut saya* salah kaprah. harusnya bantuan tersebut tidak diserahkan langsung pada masyarakat, melainkan digunakan untuk subsidi saja. karena kalau diserahkan langsung, sekali habis tidak akan membantu lagi toh harga2 juga mahal. tapi kalau digunakan untuk subsidi, harga2 nantinya tidak akan semahal ini….
    *pingsan*

    robby responded:
    May 28, 2008 at 2:55 pm

    terima kasih atas kunjungannya.
    setuju banget.
    harusnya BLT digunakan utk subsidi lagi kan lebih enak harga tidak mahal dibanding sekarang ini.
    *pusing*

    Irma Herman said:
    June 26, 2008 at 3:58 pm

    SAHABAT, INI BUKAN SPAM. JANGAN DIHAPUS. INI BENTUK PERJUANGAN TATKALA TEMPAT PERJUANGAN YANG BAIK TAK DIADOPSI PENGUASA

    SAHABAT, SEBARKAN INI KE SELURUH KAWAN MAHASISWA SEBAGAI TANDA SOLIDARITAS KITA DALAM PERJUANGAN MEMBELA RAKYAT TERTIDAS.
    MARI KITA BUAT SBY GAGAL “ORGASME” JUGA.

    Ini artikel yang musti di forward ke email-email teman-teman seperjuangan mahasiswa. Tolong ya, jangan ditunda-tunda.

    SESUNGGUNYA KITA KEMBALI DITIPU MILITER DAN POLISI VIA SBY.
    ERA BANCI SBY-JK SUDAH SELESAI, KITA TUTUP TEATER MEREKA
    KITA DAHSYATKAN GERAKAN PELENGSERAN SBY-JK. TAK BISA DITAWAR LAGI.
    Kemarin 25 Juni 2008, si banci SBY masih harmoko pula, hari-hari omong-kosong. SBY minta masyarakat tidak buat kerusuhan, rayuan gombal orang kepepet. SBY sendirilah penyebab kerusuhan masif yang segera terjadi setelah dia dengan memuakkan ambil kebijakan ngacau menaikkan tinggi harga-harga BBM yang memicu melambungnnya harga sembako, harga semen dll, ongkos angkutan umum dll. Gila. Pemerintahan si banci itu makin buat ribuan pejabat dan pegawai negeri ini sangat berani korupsi da ber-KKN canggih. Orang-orang birokrat amatiran itu merampas uang negara yang berarti uang rakyat. Mereka kini menjadi sangat kaya-kaya, rata-rata memiliki 3-4 rumah. Dua rumah sebelumnya untuk anak-anak mereka yang sudah besar dan sebagian sudah berumah-tangga. Dua rumah baru biasanya di kawasan elit. Mobil-mobil mereka pun bagus. Tentu tak mengapa kalau itu diperoleh dengan halal. Semua itu faktanya dari hasil mencuri canggih uang rakyat. Uang anggaran. Uang proyek. Terjadi sangat masif di level pejabat atas hingga menengah. Luarbiasa. Korupsi gila itu menjadi-jadi setelah Indonesia dipegang si banci lemah gemulai SBY dan si makelar, pengusaha, JK.
    Korupsi tingkat pusat hingga daerah kian mendahsyat. Otonomi dibuat sebagai upaya bodoh sistem negara untuk lepas tanggung jawab, pusat ingin lepas dari membiayai daerah, hingga mencipta raja-raja baru, gubernur-gubernur dan bupati-bupati maling bersama kelompok mereka. Jumlah korupsi mencapai triliunan rupiah. Itu pun baru yang selesai diaudit BPK. Korupsi sistemis dan membudaya ini tentu saja terjadi lantaran presidennya lemah gemulai tak tegas seperti SBY, yang dibeking makelar busuk-licik JK. Semua ini meludeskan uang rakyat. SBY bahkanmenggunakan dana-dana sumbangan dari yang terakhir Australia, Kevin Ruud, untuk mulai money politic, padahal dana itu diberikan bukan untuk maksud itu.
    Korupsi kini terjadi mencapai rekor pada pemerintahan yang dibeking dan dikendalikan rapi militer dan kepolisian melalui SBY. Rakyat miskin dan mahasiswa hanya dihibur dengan uang receh BLT / BKM. Kembali-kembali rakyat tertipu ditipu SBY. SBY-JK pintar sandiwara, mereka magang lama dalam pemerintahan gaya Orba. Indonesia tak lebih dari sebuah junta, pemerintahan militer, Myanmar. Bajunya yang berbeda. Lebih bebas. Bebas mengungkapkan pendapat. Media-media televisi sangat buruk tanpa perjuangan nyata membela rakyat. Seakan-akan media televisi itu membela rakyat namun yang terjadi hanya menyuarakan fakta yang diputar balikkan atau hanya menghantam demonstran, sementara kekerasan polisi tidak dibahas, malah aktivis berinisial FJ dipojokkan dan kalau perludikambing-hitamkan. Sementara Syamsir Siregar, kepala BIN, menuduh sesukanya FJ. Cara-cara kambing hitam orang-orang legasi Orba.
    Negeri ini masih militeristik dengan sedikit modifikasi di sana-sini. Begitu Megawati yang naif, bodoh dan polos itu, tidak terpilih menjadi presiden 2004, dengan ditandai berbagai bom termasuk bom dahsyat depan Kedubes Australia di Jakarta serta pembunuhan Munir, maka praktis Indonesia kembali ke pangkuan militer, dengan pendekatan dan siasat halus menyelewengkan reformasi dan demokrasi, siasat usang Orba yang harusnya sudah dihapus dari negeri ini. Munculah SBY direkayasa menjadi pemenang presiden dalam pemilu 2004. SBY menang melalui pemilu curang rekayasa yang dilakukan sangat rapi melalui pemalsuan suara dan money politic yang diatur penguasa di sini melalui orang-orang Koramil, Kodim, Kodam, yang dicitrakan seakan-akan rakyat memang mayorits memilih SBY-JK. Sangat canggih. Kini era tipuan seperti itu tidak boleh terulang lagi mulai 2009.
    Perlukan SBY-JK mundur? Zaman SBY sudah selesai. Mari kita sebagai mahasiswa, aktivis, buruh, pejuang rakyat, pembela rakyat kecil, tekan DPR terus agar segera melengserkan SBY. Si Banci SBY-JK hanya doyan bicara. Mari kita hancurkan pos-pos polisi, mobil-mobil bergincu dll dengan dahsyat. Lakukan dengan gerilya dan jangan hura-hura. Lakuka dengan cerdas dan pintar. Buat SBY-JK bertekuk lutut di kita kita mahasiswa pembela rakyat kecil dan pelurus ulang Indonesia yang telah jauh melenceng dari UUS 1945 dan Pancasila. Zaman SBY-JK sudah selesai. Mari kita tutup teater sandiwara SBY-JK, dan juga DPR kalau DPR tidak membela rakyat juga, dengan goncangkan Jakarta dan kota-kota besar seluruh Indonesia, dengan kerusuhan masif (huge riots), setelah aparat keamanan, politi, membunuh tanpa Pancasila, tanpa perikemanusiaan, atas seorang teman dan sahabat kita, Maftuh Fauzi, dengan kekerasan tak berperikemanusiaan!
    Kita mahasiswa, buruh, nelayan, petani dan seluruh rakyat, kelas rendah menengah dan atas, kini saatnya mengganti presiden dan wakil presiden. Saatnya Indonesia memiliki presiden dan wakil presiden yang berwawasan internasional global, yang jujur, tulus, tegas, berani, membangun negara dengan cara-cara internasional, sehingga tidak ada peluang lagi bagi orang-orang warisan Orba berkuasa mendindas dan menyengsarakan rakyat. Indonesia sanat kaya sumber alam, mengapa dan anehnya rakyatnya sengsara sistemis. Sangat ironis. Kita terus maju, tanpa mundur seikitpun. Bila DPR tidak bergeming, tidak bertindak, maka kita bubarkan pula mereka. Kita duduki gedung itu!

    Pat... said:
    August 24, 2008 at 5:35 pm

    nice comment…
    lumayan la buat dibaca-baca..

    Tapi tetep aja..
    Napa sich buat comment kayak gitu??
    semikian bencikah anda sama SBY-JK??(dan yang lain[??])
    Main ganti, main duduk. menghina-hina lagi..
    seoalah andalah yang paling benar..
    Masalah negara ini tidak hanya dapat diselesaikan dengan menyalahkan satu orang saja…
    masalah negara ini baru akan dapat diselesaikan jika masyarakatnya mau saling mambantu dan menjadi masyarakat yang dewasa secara moral maupun perbuatan..

    Saya juga mahasiswa, tapi saya tidak sependapat dengan anda..
    Perjuangan tidak hanya dilakukan dengan cara yang radikal dan serba anarkiss

    robbynovricanus responded:
    August 25, 2008 at 7:55 am

    @Pat, terima kasih atas kunjungannya.

    saya tidak membenci siapa-siapa cuman membenci kenapa rakyat ini dimanfaatkan oleh para politik untuk kepentingan mereka dan rakyat menjadi objek penderita lagi.
    padahal jika dikaji lebih dalam harusnya banyak solusi yang bisa ditawarkan, soalnya jika BBM naik maka hampir dan sangat pasti kebutuhan yang lain akan naik, sedangkan para pejabat mana pernah merasakan hal ini, mereka selalu hidup senang, jika tidak percaya silakan lihat bagaimana fasilitas mereka.
    dulu harga BBM mencapai $150 per barel maka pemerintah menaikkan harga BBM dalam negeri, sekarang harga BBM dunia turun apakah ada tanda bahwa harga BBM akan turun, sepertinya benar apa yang dikatakan suatu iklan bahwa jika sudah naik maka akan susah turun.

    terima kasih.

    Thomas said:
    July 9, 2009 at 3:52 pm

    masyarakat hanyalah sebagai kambing hitam dari para poltikus yang seperti tikus merebut hak masyarakat yang sudah mau mampus oleh kebijakan yang dibuat oleh pemerintah tanpa ada perasaan sama sekali, apa lagi dalam pembangian BLT anggaran bantuan yang diberikan kepada masyarakat miskin Rp.300.000 malah dipotong oleh oknum-2 yang tidak bertanggung jawab. apakah ini yang disebut bantuan untuk orang-2 miskin.

      robbynovricanus responded:
      October 30, 2009 at 3:47 pm

      terima kasih atas kunjungannya.

      kita melihat dari hal yang positif saja dan kita bisa untuk menjadi pengawas supaya aliran BLT tepat sasaran kepada orang yang berhak yah.
      ayo buat Indonesia menjadi lebih baik.

      terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s