Parenting Anak Menegur Anak

Posted on Updated on

Ada postingan yang menarik di facebook dari Koran Fesbuk, menurut pendapat pribadi ini merupakan pelajaran untuk saya, supaya bisa mendidik dengan lebih baik.
Maafkan papa mu ini anakku yang belum bisa menjadi orang tua yang baik tapi papa berusaha untuk semakin baik.

Berikut postingan nya:
KORAN FESBUK PARENTING : “JANGAN BERTERIAK, IBU! ”
Ada kalanya teguran diperlukan dalam konsep asuh-didik yang bertujuan membentuk kepatuhan. Sayangnya, orangtua sering lupa, si kecil kadang-kadang bukan dengan sengaja melanggar aturan yang telah diterapkan. Pada usia ini, mereka memiliki memori atau ingatan yang sangat singkat, sangat impulsif dan penuh rasa ingin tahu.Batita memerlukan pendampingan berupa pengulangan-pengulangan. Akhirnya, mereka akan belajar dan nantinya hal-hal tersebut akan melekat menjadi suatu kebiasaan. Dan segala teriakan, cubitan, atau pukulan tidak diperlukan.

Tips menegur anak :
1. Hindari menggunakan kata-kata kasar dan intonasi tinggi.Cukup gunakan kalimat tegas, singkat dan intonasi menurun.Hindari emosi ibu….tarik nafas…tatap si kecil dengan kasih sayang.
2. Berlatih untuk menggunakan bahasa alternatif. Hindari kata ‘jangan’ dan ubah dengan kata yang lebih positif, seperti ‘sebaiknya tidak’.
3. Biarkan anak membuat pilihan. Misalnya, bila si kecil menolak berpakaian, cobalah memungkinkan dia untuk memilih dari antara dua pakaian. Hal ini mengalihkannya dari sikap bersikeras (menolak berpakaian) sementara juga memungkinkan ia merasa memegang kendali.
4. Mintalah kerjasama, bukan menuntut. Sebaiknya ganti kata “Kamu harus…” menjadi “Tolong bereskan mainanmu. Letakkan ke tempat semula.”
5. Beri penjelasan dari teguran kita. Sebaiknya orang tua tidak membuat si kecil bingung dengan permintaan yang tidak jelas.
6. Yang terpenting, tegur perbuatannya dan jangan menegur orangnya.Serta sangat tidak dianjurkan menggunakan kata-kata pada anak, seperti ‘bodoh’, ‘nakal’ dan sebagainya.
7. Tegurlah si kecil saat hanya ada anda dan dia. Apabila di tempat ramai, ajaklah ke tempat yang agak sepi, atau beri penjelasan tanpa orang lain harus mengetahuinya. Sehingga anak tidak merasa dipojokan atau terintimidasi.

Bagaimana ? Tetap berlandaskan cinta kasih,agar maksud dan pendidikan kita direstui olehNya juga. Karena mohon diingat oleh orang tua, buah hati adalah amanah.

Copy paste dari Facebook Koran Fesbuk (KF-Koran Warga/AA/Okezone)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s