Islam

Posted on

Bagaimana sikap Kita terhadap bulan puasa Ramadhan ini, berharap Kita semua selalu menyambut atau menanti puasa Ramadhan dan bersedih jika ditinggalkan bulan puasa Ramadhan.
Menyambut Ramadhan dengan syukur dan senyuman karena bulan yang dinantikan di mana banyak ampunan, berkah dan pahala yang banyak.

image

Dan bersedih karena ditinggal bulan yang mulia, berdoa supaya tahun depan ditemukan kembali dengan bulan Ramadhan.

image

Apa Target Anda Ramadhan 1433 H

Posted on

Bulan suci Ramadhan tahun yang lalu sudah berlalu, di depan mata (InsyaALLAH) beberapa hari kedepan akan masuk bulan suci Ramadhan 1433 H, bulan suci Ramadhan adalah tamu agung yang harus diistimewakan karena di bulan Ramadhan yang menjalani puasa akan mendapatkan banyak limpahan pahala, mulai dari bangun untuk makan sahur, sholat sunnah akan diganjar setara dengan sholat fardhu, untuk sholat fardhu akan diganjar berlipat-lipat pahalanya dan bermacam-macam pahala yang disiapkan untuk orang yang berpuasa.

Dikarenakan ini bulan suci Ramadhan, bulan yang istimewa maka harus ada target yang harus dicapai untuk Ramadhan ini, untuk mencapai target harus ada niat dan rencana untuk mencapai target tsb dan berdoa supaya target tsb bisa tercapai.

Untuk pribadi ada target yang dicapai dalam bulan Ramadhan ini :

1. Berpuasa seperti Nabi Muhammad Saw berpuasa, puasa Nabi adalah berpuasa selain menahan lapar dan haus juga menahan hawa nafsu, walaupun tingkatan puasa Nabi sangat tinggi tapi berusaha untuk mencapai tsb.

2. Selalu sholat berjamaah di mesjid baik untuk sholat fardhu maupun sholat sunnat.

3. Khatam bacaan Al-Qur’an dalam Ramadhan, syukur-syukur bisa beberapa kali khatam.

4. Tidak tertinggal untuk sholat sunnat tarawih juga bisa melaksanakan sholat sunnat rawatib.

5. Bisa melaksanakan itikaf.

6. Bisa ber-zakat, infak & shodaqoh dengan baik juga beramal dengan baik sesuai ajaran Nabi Muhammad Saw.

7. Selalu meng-kaji ajaran Islam.

Ya ALLAH, mudah-mudahan target ini bisa tercapai selama bulan Ramadhan ini dan bisa langgeng untuk diterapkan pada bulan-bulan sesudah bulan Ramadhan ini, aaminn.

@robbynovricanus, 1433 H (2012 masehi)

*Apa target Anda untuk Ramadhan tahun ini, semoga bisa tercapai dan menjadikan kita sebagai hamba ALLAH SWT yang ber-takwa, aamiinn

Marhaban ya Ramadhan 1433 H

Posted on Updated on

Tak terasa waktu berlalu sangat cepat sekali, tak terasa pula sudah mau bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan 1433 Hijriyah. Perasaan baru kemarin ber-puasa di bulan Ramadhan dan sekarang sudah ketemu lagi di bulan puasa tahun 1433 H (tahun 2012)

Marhaban ya Ramadhan 1433 H, selamat datang bulan suci Ramadhan.

Mari kita sambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang senang dan gembira dikarenakan ini bulan suci Ramadhan, bulan di mana semua amalan diganjar dengan limpahan pahala, bulan di mana pintu-pintu neraka ditutup sedangkan pintu surga dibuka selebar-lebarnya, bulan di mana terdapat 1 malam di mana jika mendapatkan malam tsb maka lebih baik dari 1000 (seribu) bulan, bulan di mana yang menjalani puasa maka akan selalu dilimpahi pahala dari ALLAH SWT, dan berharap semua kebaikan bulan Ramadhan bisa kita dapatkan dan menjadikan kita pemenang di akhir bulan dan semua amalan puasa Ramadhan bisa diterapkan di bulan-bulan berikutnya.

Untuk menyambut bulan suci ini, mohon maaf lahir dan batin untuk segala perkataan, perbuatan, tulisan dan maupun aktifitas lainnya, semoga kita bisa mendapatkan segala kebaikan bulan suci Ramadhan, makin ber-takwa kepada ALLAH SWT dengan mengikuti segala tuntutan Nabi Muhammad Saw, aamiinn.

@robbynovricanus, 2012

Kultwit Sholat #Dhuha

Posted on

Sharing tentang sholat dhuha dari Ustad @Yusuf_mansur, untuk pelajaran untuk diri saya sendiri supaya ingat untuk sholat #dhuha, aammiinn.

#Siap2_kultwit dhuha… Bentar lagi… Bentar lagi. Pada bismillaah dulu. Pada ksh2 tahu kwn2nya… Trutama orang2 rumah…

#dhuha_1 Ada yg tau ga kalo dhuha itu hutang kita ke Allah? Hutang 2 rokaat sehari. Yg kalo ga dibayar, maka numpuk. Loh loh, kan sunnah?

#dhuha_2 Betul dhuha emang sunnah. Tapi sunnah muakkadah. Sunnah tg tramat penting. Yg kalo ditinggal, ya ada juga “resiko”nya.

#dhuha_3 Sunnah muakkadah kalo ditinggal dlm wkt yg lama, tidak dijalankan dlm wkt yg lama, sangat negatif ke kualitas kehidupan&rizki.

#dhuha_4 Gini ya, kenapa saya sebut sbg hutang… Dlm 1hr, sjak awal pagi, sampe pagi lagi, qt itu sesungguhnya kudu sedekah tanpa putus.

#dhuha_5 Tiap sendi qt, dituntut sedekahnya. Kudu bayar. Ya iya lah. Untuk oksigen tambahan aja, kita kudu bayar. Mahal banget. Kalo anfal.

#dhuha_6 Nah, apalagi oksigen yg kita hirup, free 24 jam. Trnyata ga bnr kan free itu. Kudu bayar. Dituntut sedekahnya. Belom lagi mata, dll

#dhuha_7 Pokoknya kudu bayar. Dan ga bakalan kebayar. Siapa juga yang mampu bayar semua rizki&nikmat Allah? Sistem pernafasan yg komplit,

#dhuha_8 sistem pencernaan, sistem penglihatan, pendengaran, &semua tubuh qt adlh keajaiban-Nya. Ini smua Allah adakan sedekah atasnya.

#dhuha_9 Kitanya aja yg merasa free2 aja. Bebas2 aja. Ga ada tanggung jawab, ga ada beban, ga ada kewajiban. Pdhl engga gitu.

#dhuha_10 Nyatanya tdk sdikit nikmat yg Allah kurangi, bahkan Allah cabut. Sbb di antaranya kitanya ga atau kurang brsyukur.

#dhuha_11 Terus persoalannya, kalau bayar, dari pagi sampe pagi, atas semua rizki yg Allah kasih, harus bayar brp? Ga ada yg sanggup bayar.

#dhuha_12 Dan Allah maklum itu. Ga bakalan ada yang bisa bayar atas semua riki&nikmat-Nya. Karena itu Allah cukupkan bayarannya dg dhuha…

#dhuha_13 Allah cukupkan kewajiban kita bayar kpd Allah, dg dhuha 2 rokaat di pagi hari. Subhaanallaah, baik ya? Tukerannya Maha Ringan.

#dhuha_14 Ya. Harusnya Maha Ringan. Ga ada bandingannya 2 rokaat dg kwajiban bayar 1hr POL rizki&nikmat Allah. Mestinya.

#dhuha_15 Dan itu sekaligus mmberi pmahaman kpd qt, betapa besarnya dhuha itu. Nilainya sebanding dg seluruh bayaran Allah atas makhluk-Nya.

#dhuha_16 Begitulah. Dhuha 2 rokaat, menjadi bayaran kita kpd Allah.

#dhuha_17 Allah mencukupkan diri-Nya “dibayar” oleh kita, dg tambahan dhuha 2 rokaat di pagi hari. Luar biasa.

#dhuha_18 Tentunya, itu kalau syarat minimal, dipenuhi&trpenuhi jg. Yakni soal shalat 5 wktnya. Tertib, bagus, tpt wkt, jamaah, di masjid.

#dhuha_19 Artinya, kalau dhuhanya cakep, trus shalat fardhunya ga cakep, ya tentu “bayaran” itu akan krg jg. &akan ada yg diambil o/ Allah.

kultwit akan berlanjut InsyaALLAH untuk bagaimana membayar jika tidak sholat #dhuha (tidak sholat #dhuha disamakan berhutang kepada ALLAH SWT karena sholat #dhuha bayaran kita atas semua rizki dan nikmat-Nya yang telah diberikan oleh ALLAH SWT).

Merindukan Pemimpin seperti Nabi Saw

Posted on

artike ini diambil dari http://www.dakwatuna.com/2011/02/11192/beruswah-terhadap-nabi-muhammad/

Pada suatu ketika Nabi saw menjadi imam shalat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan Nabi antara satu rukun ke rukun yang lain agak melambat dan terlihat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi gemeretak seakan sendi-sendi di tubuh Nabi mulia itu bergeser antara satu dengan yang lain. Lalu Umar ra tidak tahan melihat keadaan Nabi yang seperti itu langsung bertanya setelah shalat.

‘Ya Rasulullah, kami melihat sepertinya engkau menanggung penderitaan yang amat berat. Sakitkah engkau ya Rasulullah?”

“Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat wal ‘afiat.”

“Ya Rasulullah.. .mengapa setiap kali engkau menggerakkan tubuh, kami mendengar suara gemeretak pada sendi-sendi tulangmu? Kami yakin engkau sedang sakit…” desak Umar penuh cemas.

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Ternyata perut beliau yang kempis, kelihatan dililit sehelai kain yang berisi batu kerikil, untuk menahan rasa lapar beliau. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi gemeretak setiap kali bergeraknya tubuh beliau.

“Ya Rasulullah! Apakah saat engkau menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kemudian kami tidak akan mengusahakannya buat engkau?’

Lalu Nabi saw menjawab dengan lembut, “Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?’ ‘Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”

saya bold kalimat ini -> apa yang akan aku jawab di hadapan ALLAH SWT nanti, apalagi aku sebagai pemimpin menjadi beban kepada umat nya, alangkah indahnya pribadi Nabi Muhammad Saw ini dan harusnya ini dicontoh semua pemimpin yaitu jangan sampai pemimpin itu menjadi beban untuk yang dipimpin.

2011-08-08 094929

Kerendahan Hati Sang Kepala Negara

Posted on

*merindukan pimpinan seperti ini*

sumber: Republika.co.id

Beberapa kali Abdurrahman bin Auf menyaksikan Umar shalat sunah di
rumahnya. Yang menarik perhatiannya, bukanlah tata cara shalatnya,
melainkan sajadah yang biasa digunakan Umar. Seorang kepala kegara
dengan wilayah kekuasaan yang membentang luas sampai Mesir, berhasil
mengalahkan dua imperium besar, Romawi Timur dan Persia, justru shalat
di atas sajadah yang usang. Timbul rasa bersalah dalam hati Abdurrahman. Ia ingin membelikan sajadah baru yang mahal dan indah untuk sang Amirul Mukminin.

Tetapi, Abdurrahman ragu, apakah Umar mau menerimanya.
Dia tahu persis watak Umar yang tidak mau diberi hadiah apa pun walau
hanya selembar sajadah.

Abdurrahman akhirnya memberikan sebuah sajadah melalui istri Umar, Ummu Abdillah. Melihat sajadah baru, Umar memanggil istrinya dan menanyakan siapa yang memberi sajadah ini.
“Abdurrahman bin Auf,” jawab istrinya. “Kembalikan sajadah ini kepada
Abdurrahman. Saya sudah cukup puas dengan sajadah yang saya miliki.”
Begitulah watak Umar bin Khattab. Tidak hanya adil dan bijaksana, beliau
dikenal dengan sifat zuhudnya, hidup sederhana. Tidak hanya untuk
ukuran seorang kepala negara, bahkan bagi orang biasa sekalipun.

Suatu hari, Umar melakukan perjalanan dinas mengunjungi satu provinsi yang berada di bawah kekuasaannya. Gubernur menjamu Umar makan malam dengan jamuan yang istimewa, sebagaimana lazimnya perjamuan untuk kepala negara. Begitu duduk di depan meja hidangan, Umar kemudian bertanya kepada sang gubernur, “Apakah hidangan ini adalah makanan yang biasa dinikmati oleh seluruh rakyatmu?”

Dengan gugup, sang gubernur menjawab, “Tentu tidak, wahai Amirul Mukmini. Ini adalah hidangan istimewa untuk menghormati baginda.” Umar lantas berdiri dan bersuara keras, “Demi Allah, saya ingin menjadi orang terakhir yang menikmatinya.
Setelah seluruh rakyat dapat menikmati hidangan seperti ini, baru saya
akan memakannya.” Itulah sifat Umar bin Khattab, seorang kepala negara
yang zuhud.

Perkara seorang muslim

Posted on Updated on

Rasulullah SAW bersabda : “Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya”.

(HR. Muslim)

Posted with WordPress for BlackBerry.